Friday, May 31, 2013

PELUANG BISNIS : 5.732 Mantan TKI Diproyeksi Menjadi Wirausaha Sukses


BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah menargetkan sebanyak 5.732 orang mantan tenaga kerja Indonesia menjadi wirausaha baru sampai akhir tahun ini agar mereka tidak kembali bekerja di luar negeri.
Kasubdit Fasilitasi dan Rehabilitasi Tenaga Kerja Indonesia Purna Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Maruji Manullang mengatakan para mantan TKI (TKI purna) itu diberi pelatihan kewirausahaan usai kembali dari bekerja di negara lain.
“Diharapkan mereka menjadi wirausaha baru yang memiliki keterampilan dan lebih sejahtera daripada harus kembali bekerja ke luar negeri,” katanya, Kamis (28/3/2013).
Sejak 2010 hingga Maret 2013, sedikitnya 3.732 orang mantan TKI tenaga kerja Indonesia diberikan pelatihan kewirausahaan, sehingga dapat memanfaatkan hasil gaji yang diperoleh saat bekerja.
Maruji menjelaskan pelatihan kewirausahaan itu masuk dalam Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 dengan tujuan mengarahkan para mantan TKI agar dapat produktif dan mandiri.
“Pelatihan kewirausahaan TKI purna merupakan amanat pasal 73 UU No.39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri dan dipertegas dengan Inpres No.3/2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan,” tuturnya.
Selama ini, pelatihan kewirausahaan mantan pekerja ini diselenggarakan pada 19 Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) di seluruh Indonesia.
Pada 2014 akan dilakukan pelatihan kewirausahaan terhadap 2.608 TKI purna, sehingga jumlah total yang dilatih kewirausahaan genap menjadi 8.340 orang seperti diprogramkan dalam RPJMN 2010-2014. 


Ok, saya tertarik dengan bisnis ini... namun apa yang harus saya lakukan sekarang? Jika anda tertarik dan ingin merubah kualitas hidup anda, TEKAN disini untuk mendapatkan informasi yang selanjutnya.

WIRAUSAHA TKI: Mantan TKI Korsel Potensial Jadi Entrepreuner


BISNIS.COM, JAKARTA—Mantan tenaga kerja dari Korea Selatan potensial dikembangkan sebagai wirausaha muda, karena selain memiliki keterampilan juga memiliki modal usaha hingga Rp300 juta per orang.
Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat, menjadi keharusan bagi TKI dari Korea Selatan untuk kembali ke Tanah Air jika kontrak kerjanya selama 5 tahun.
“Lembaga manapun dapat membantu pengembangan mantan-mantan TKI asal Korea Selatan ini sebagai wirausaha baru yang mandiri apabila mereka tidak bersedia bekerja di perusahaan di Indonesia,” ujarnya, Jumat (15/3/2013).
Di Indonesia, persentase jumlah pengusaha saat ini baru 1,56% dari total penduduk Indonesia, padahal menurut teori suatu negara dapat maju kalau minimal punya entrepreuner hingga 2%.
Seperti halnya di Amerika Serikat yang jumlah entrepreuner sekitar 12%, di Jepang ada 10%, dan di Singapura memiliki sekitar 7%.
Sampai dengan saat ini, ada sekitar 36.000 orang TKI bekerja di berbagai sektor jasa dan industri di Korea Selatan dan setiap habis masa kontrak kerjanya wajib kembali ke Tanah Air dengan membawa modal usaha.
Jumhur menilai potensi yang besar dari mantan TKI Korea Selatan ini dapat diberdayakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Kamar Dagang dan Industri Indonesia guna menciptakan wirausaha muda.
Dia mencontohkan Sunarjo (41 tahun) yang kini memiliki 5 bidang usaha yang didirikan sepulang bekerja dari Korea Selatan dengan omset puluhan juta rupiah.
Pada 2002, Sunarjo mengadu nasib dengan bekerja di sebuah perusahan mobil Nissan sebagai operator produksi di daerah Fuk Sam Kumi, Korea Selatan dengan gaji sebesar 660 Won per bulan dan dengan lembur mendapat 1.250 Won.


Ok, saya tertarik dengan bisnis ini... namun apa yang harus saya lakukan sekarang? Jika anda tertarik dan ingin merubah kualitas hidup anda, TEKAN disini untuk mendapatkan informasi yang selanjutnya.

Tips Sukses Memulai Usaha


Dari Berbagai Sumber - Jika Anda termasuk orang yang ingin berwirausaha, sebaiknya siapkan segala sesuatu dengan matang, cermat, dan akurat. Jangan sampai keinginan untuk berwirausaha tersebut menghancurkan usaha Anda karena tidak diimbangi dengan perencanaan detail.
Berikut ini tips untuk memulai usaha yang dapat Anda lakukan.
1. Siapkan mental untuk jadi pengusaha
Pengusaha berbeda dengan karyawan. Jika karyawan biasanya cenderung segera menghabiskan gaji bulanannya, tidak begitu dengan pengusaha. Seorang pengusaha akan menginvestasikan kembali sebagian penghasilan yang diperolehnya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi. Maka, jika Anda ingin memulai usaha, terapkanlah mental pengusaha, bukan mental karyawan.
2. Visi dan misi yang jelas
Anda harus mengetahui visi dan misi dalam berbisnis. Visi dan misi itu bisa menjadi panduan untuk melangkah. Seringkali, suatu usaha mengalami kegagalan saat mulai berkembang karena tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis, melainkan terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain. Pada kondisi ini, Anda harus sabar, fokuskan pada satu bisnis dulu, baru jika sudah sukses, silakan kembangkan bisnis lain.
3. Bisnis itu gampang
Sebagai calon pengusaha, Anda harus berpikiran strategis dan ‘simpel’. Bicara soal bisnis, sederhana saja. Sebagai contoh, Anda berbisnis minuman mineral. Anda tinggal membeli sebotol minuman mineral seharga Rp1.000,- dan menjualnya kembali dengan harga Rp1.500,- sehingga Anda memperoleh keuntungan Rp500,- dan jangan sampai menjual dengan harga yang lebih rendah karena akan rugi. Ya, dengan cara seperti itu, Anda sudah menjadi pebisnis. Tinggal dikalikan dan ditingkatkan kuantitas dan kualitas usaha Anda.  Intinya sederhana, target Anda adalah memperoleh laba, niscaya bisnis Anda akan semakin sukses.
4. Jangan takut permodalan
Modal acapkali dikeluhkan oleh para calon pengusaha. Mereka gusar karena kesulitan modal. Modal berkaitan erat dengan seberapa besar usaha yang akan Anda jalankan. Dengan modal sekitar 2-10 jutaan yang dapat Anda ambil dari tabungan sendiri, Anda sudah bisa memulai menjadi pengusaha. Jadi, jangan takut kesulitan modal, dengan modal sedikit pun Anda dapat membuka usaha.
Jika Anda masih kesulitan, Anda bisa menggandeng saudara atau bahkan kawan. Selain lebih mudah dalam menjalankan usaha, Anda tidak disibukkan dengan berbagai tagihan layaknya berutang di bank. Akan tetapi, jika Anda bertekad ingin membuka usaha yang lebih besar, meminjam di bank bukan hal tabu. Anda tinggal mengatur usaha Anda lebih pesat lagi, tentu laba yang bakal dikeruk pun semakin besar.  Jadi, Anda masih bisa eksis dan membayar kredit di bank.
5. Tempat strategis
Urusan tempat memang cukup rumit bagi usaha yang baru berdiri. Cobalah cari tempat strategis. Strategis bisa jadi tempat yang ramai, dekat dengan aktivitas warga, atau dekat sekolah, kantor dan kampus. Namun, adapula tempat yang berada di lokasi yang tidak ramai dan strategis, ternyata berjubel pengunjung. Lalu, apa kuncinya? Tentu saja, dengan pelayanan yang prima, produk yang berkualitas, atau diskon berkala, usaha Anda bisa jadi daya tarik pengunjung. Intinya, jika Anda sangat kesulitan menentukan tempat lokasi usaha, Anda bisa menjual keunggulan lain yang Anda miliki.
Langkah lain yang bisa Anda tempuh, yakni menciptakan strategi khusus untuk menarik konsumen. Seperti yang dilakukan oleh salah satu UKM di Yogyakarta yang menjual makanan tradisional sebagai oleh-oleh. Meski berada di gang sempit, UKM tersebut bekerja sama dengan biro perjalanan/travel sehingga dalam setiap kemasan produk yang dijual tercetak denah untuk mencapai lokasi UKM tersebut. Walhasil, strategi ini cukup efektif untuk menjaring pelanggan.
6. Siap Buka Usaha
Sekarang, Anda sudah siap dengan modal dan lahan usaha. Langkah berikutnya adalah siap membuka usaha. Jika Anda pemula dan benar-benar masih ‘hijau’, janganlah berkecil hati. Anda harus tetap optimis. Anda bisa belajar dari pengusaha lain yang sudah terjun lebih dulu. Atau Anda dapat juga bergabung dengan komunitas-komunitas pengusaha. Dengan demikian, Anda dapat bimbingan, saran, masukan secara berkesinambungan dengan biaya ringan. Selain itu, jika Anda sedang patah semangat, para mentor dan komunitas pengusaha tersebut bisa menjadi sumber inspirasi dan pembangkit semangat.

Jadi, sudah siap memulai usaha? Tunggu apalagi, ayo bergerak!

Wednesday, May 29, 2013

Seorang Gadis Sukses Menjalankan Bisnis Online Dari Rumah.

... tidak bisa tidur memikirkan peluang ini
Nama saya Wahidah, umur 21 tahun. Saya mengetahui web BlakBlakan.com secara tidak sengaja pada 1 Feb 2011, awalnya saya tidak peduli pada web ini karena saya pikir pasti sama dengan web-web lainnya.
Namun pada 7 Feb 2011, ketika membaca email dari Pak Rudy Setiawan, saya akhirnya mencoba login kembali di web BlakBlakan.com. Saya begitu terkejut ketika melihat di menu grup di kiri saya sudah ada 447 orang.
Malamnya saya ngecek lagi sudah bertambah menjadi 518 orang, saya pikir tidak main-main pembuat web ini, karena tidak bisa tidur memikirkan peluang ini, tengah malam saya iseng-iseng login lagi, dan saya tambah terkejut karena jumlahnya sudah hampir 600 orang.
Akhirnya saya ambil keputusan untuk segera bergabung, sebenarnya saya sangat ingin mendaftar paket platinum, tapi karena keterbatasan dana saya mengambil paket bronze pada 8 Jan 2011 dan langsung loncat level hingga jaringan kiri saya berjumlah 800 orang lebih dan terus bertambah.
Baru berjalan 2 minggu, member yang upgrade Golden Life dibawah saya sudah 21 orang dan bervariasi paketnya dari Bronze sampai Gold. Kalau tahu begini saya menyesal ambil paket Bronze. Benar-benar luarrrr biasa sistem support dari Pak Rudy Setiawan.
Sebenarnya, saya pemula dibisnis online, maupun bisnis jaringan. Tapi dengan sistem di Blakblakan.com semua orang bisa sukses. Ayo segera ambil peluang ini sebelum menyesal.
Untuk produknya, saya tidak meragukannya lagi. Saya sekarang rutin
mengkonsumsi Golden Tea 2x sehari, badan jadi ringan dan tidak mudah capek walau beraktifitas seharian, terutama maagh saya tidak kambuh lagi.
Ibu saya mengidap penyakit gondok, jadi saya menyarankan beliau mengkonsumsi Golden Lish 2x sehari dan Golden Tea 3x sehari, Sudah ada reaksi terhadap penyembuhannya padahal baru hari pertama. Golden Tissue apalagi, keputihan saya beres, dan rasanya bersih dan keset sejak pemakaian pertama.
Selain itu produk kesukaan saya Golden Soap benar-benar mencuri perhatian, teman saya, karena harum lavendernya, dia mengira itu harum parfum saya. Langsung terjual 1 buah ketika paket dari Golden Life baru tiba di rumah saya di Kupang, NTT.
Benar-benar Dahsyat, Produk Golden Life, tentu saja dengan sistem
kompensasinya. Apalagi jika bergabung lewat BlakBlakan.com, Jaringan saya terbangun secara OTOMATIS dengan cepat dan MUDAH, rata-rata perhari 2 member Golden Life masuk di jaringan saya bahkan ketika saya belum mendapatkan member seorang pun.
Terima kasih BlakBlakan. Saya sekarang semangat mengembang-kan jaringan di kanan saya, biar bonus pairnya cepat cair.
Sukses buat Pak Rudy Setiawan dan BlakBlakan.com. Sukses juga buat Golden Life.
- Wahidah, Kupang, NTT

Carilah Metode Yang Tepat Untuk Memulai Karir Anda Di Bisnis Online
Jika anda ingin sukses sebagai seorang pebisnis online, kita memang harus mencari tempat belajar yang tepat dan juga seorang mentor yang sudah berpengalaman... yang mempunyai banyak bukti atas keberhasilannya.
Saya yakin anda sudah sering mendengar nama Rudy Setiawan, bukan? Ya, beliau adalah salah satu pebisnis online sukses di Indonesia, bahkan di dunia.
Dengan metode yang beliau miliki, sudah banyak para pelaku bisnis online di Indonesia sampai yang gaptek sekalipun meraih kesuksesan karena mengikuti metode yang beliau ajarkan.
Dan jika anda tertarik untuk mengikuti metode yang beliau ajarkan, berikut ini hanyalah sekelumit metode yang sudah dibuktikan oleh RIBUAN orang yang sudah lebih dulu mengikuti jejaknya...
* Sistem OTOMATIS
Jika anda mengikuti semua metode yang ada dalam bisnis ini, saya yakin anda tidak akan menemukan kesulitan yang berarti.
Hal ini dikarenakan hampir semua metode yang ada dalam bisnis ini berjalan secara OTOMATIS melalui sistem yang beliau ciptakan, sehingga tidak diperlukan lagi kemampuan atau ketrampilan khusus yang seringkali membuat kita malas untuk melakukannya.
Bahkan ketika anda sedang tidur sekalipun, sistem ini akan tetap berjalan!
Kemudahan sebuah sistem dan metode yang ada dalam bisnis online memang menjadi salah satu kunci keberhasilan anda dalam menjalankannya.
* Memberikan Hasil Yang Maksimal
Dengan adanya metode dan sistem yang serba otomatis, tentunya hal ini akan sangat membantu anda untuk bisa meraih penghasilan tanpa batas.
Metode dan sistem yang ada dalam bisnis ini bisa anda dapatkan secara GRATIS, dan saat itu juga bisa langsung anda jalankan.
Dan dalam menjalankan bisnis ini kita biasa menganut prinsip berusaha seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin.
Banyak orang yang sudah bergabung begitu merasakan manfaat metode dan sistem tersebut, sehingga tidak sedikit dari mereka yang terus berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahkan sampai menjadikannya tumpuan hidup.
* Gamblang Dan Masuk Akal
Meskipun mampu memberikan hasil tanpa batas, namun semua metode dan sistem yang ada dalam bisnis ini dijelaskan dengan gamblang dan masuk akal... hal ini untuk menghindari spekulasi yang mungkin sering kita dengar mengenai bisnis online.
Semua metode dan sistem yang ada dalam peluang bisnis ini, tidak ada sedikitpun yang ditutup-tutupi... sehingga anda bisa mengetahui lebih banyak tentang metode yang ada, sistem bisnis yang dijalankan, jumlah penghasilan anda, dan masih banyak lagi yang bisa anda temukan didalamnya.
Ok, saya tertarik dengan bisnis ini... namun apa yang harus saya lakukan sekarang? Jika anda tertarik dan ingin merubah kualitas hidup anda, TEKAN disini untuk mendapatkan informasi yang selanjutnya.Atau hubungi +8210-8684-4303(FB:Aleris McAnninton)

Mantan TKI Arab Saudi Sukses Memiliki Tujuh Minimarket


Radarlampung - Dari Gaji Penjaga Toko yang Berbuah Omzet Rp35 M per Tahun
Bagi Trisno Yuwono, menjadi TKI ke luar negeri cukup sembilan tahun. Selama itu, dia rajin menabung dan hasilnya dipakai untuk membuka usaha di tanah air. Trisno yang dulu berstatus TKI, kini menjadi bos yang punya tujuh toko swalayan.

Laporan M. Hilmi Setiawan, DEPOK

SEKILAS wajah Trisno Yuwono mirip dengan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Abraham Samad. Wajah bundar, dagu dipenuhi jenggot tipis, berbadan tegap, dan raut wajah sedikit khas Timur Tengah. Gaya bicaranya pun terdengar mantap.

Didampingi sang istri, Eva Karisma Dewi, pria kelahiran Blitar, 12 Agustus 1970, itu kemarin (27/12) menerima penghargaan International Migrant Worker’s Award (IMWA) 2012 dan uang tunai Rp5 juta. Penghargaan yang dipelopori UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) itu diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

    Penghargaan yang diterima bapak tiga anak itu berawal dari kerja kerasnya menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi dalam rentang waktu 1991 hingga 2000. Dalam kurun waktu itu, Trisno tidak terhitung bolak-balik Indonesia-Arab Saudi.

    Yang membuat para dewan juri kepincut terhadap sosok Trisno adalah keuletannya merintis bisnis dari hasil bekerja menjadi TKI di Arab Saudi. Kini dia memiliki tujuh unit swalayan atau minimarket. Tujuh toko swalayan itu tersebar di Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur.

Toko swalayan milik Trisno yang diberi nama Sari-Sari itu menjadi saingan minimarket-minimarket populer lainnya. ’’Tantangannya lebih besar membuat swalayan sendiri daripada ikut jaringan minimarket waralaba,’’ tandasnya. Alasan lain, Trisno bukan tipe orang yang mudah diatur. Saat ini omzet dari tujuh unit swalayan tersebut mencapai Rp35 miliar per tahun.

Jalan hidup Trisno hingga sukses menjadi bos toko swalayan itu dimulai ketika dia menyatakan keluar dari bangku kuliah. Saat itu, dia belum genap satu semester menuntut ilmu di STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Blitar, Jawa Timur. Alasan dia putus kuliah ada dua. Pertama, kondisi keuangan keluarga sangat pas-pasan. ’’Daripada nanti putus di tengah jalan, lebih baik putus di awal,’’ ceritanya.

    Alasan kedua lebih mengejutkan. Dia memutuskan keluar dari STKIP Blitar karena jika lulus nanti paling hanya bisa menjadi guru. Saat itu alumnus SMKN (dulu STMN) Blitar ini mengatakan, rata-rata guru di kampungnya hidup sederhana. Sebab, gaji menjadi guru waktu itu jauh dari layak.

    Setelah keluar dari kampus, Trisno sempat bingung mau berbuat apa. Dia akhirnya bertekad menjadi TKI ke luar negeri. Namun, ada sedikit kendala. Dia tidak memiliki modal untuk berangkat. Akhirnya, Trisno menjual sepeda motornya seharga Rp1,5 juta. Dengan uang itu, dia mendaftar menjadi TKI melalui biro jasa penyalur tenaga kerja ke luar negeri.

    Tahun 1991 merupakan awal kiprah Trisno menjadi TKI. Dengan berbekal ijazah STM, di Arab Saudi Trisno bekerja sebagai sopir di rumah seorang wakil amir atau di Indonesia seperti wakil gubernur. Awal-awal bekerja sebagai sopir, Trisno mendapatkan gaji 800 riyal atau sekitar Rp1,9 juta (1 riyal = Rp2.421).

    ’’Saya merasakan saat itu gaji yang saya terima sudah cukup besar,’’ tutur Trisno. Dia mengaku semakin berbangga hati dan berjanji lebih giat bekerja. Bukan bermaksud pamer, seluruh gaji pertamanya dia kirim ke orang tuanya di kampung.

    Meski bergaji cukup tinggi, belum satu tahun Trisno sudah tidak betah bekerja di rumah majikannya. ’’Saya merasa tidak ada kecocokan saja,’’ ucapnya tanpa merinci bentuk ketidakcocokan itu. Setelah mengumpulkan keberanian, Trisno meminta majikannya berkenan memulangkannya ke tanah air.

Namun, permintaan Trisno ditolak. Sang majikan memberikan kebebasan jika Trisno ingin keluar. Tetapi, dia harus membeli tiket pesawat sendiri. Dengan sikap majikan seperti itu, akhirnya Trisno keluar. Tetapi karena uang tabungan belum banyak, dan sayang jika digunakan untuk membeli tiket pesawat Saudi-Indonesia, dia tidak jadi pulang. Trisno lebih memilih pindah pekerjaan dari sopir menjadi penjaga toko keramik impor.

Keputusan Trisno pindah kerja menjadi penjaga toko itu berbuah manis. Trisno menerima gaji 1.350 riyal per bulan. Dengan peningkatan gaji ini, Trisno semakin rajin menabung. Memasuki 1993, Trisno pulang, kemudian mempersunting Eva, yang tidak lain pujaan hatinya ketika duduk di bangku SMKN Blitar.

Sejak 1993 hingga 2000, Trisno mengaku sering bolak-balik Indonesia-Saudi. Dia juga mengaku sempat memboyong keluarganya tinggal di Saudi. Pada suatu malam, ketika tertidur di ruko keramik milik majikannya, Trisno bermimpi. ’’Saya mimpi menjadi pemilik toko seperti majikan saya,’’ kenang Trisno.

    Ketika terjaga, dia langsung yakin bahwa mimpi tadi adalah ilham yang diberikan Allah. Dia juga yakin bahwa mimpi tadi adalah jalan Allah untuk mengubah nasibnya dari TKI menjadi pemilik toko. Akhirnya, berbekal tabungannya, pada 1998 Trisno membeli sebidang tanah di Kademangan, Blitar, Jawa Timur. Setahun kemudian, di atas sebidang tanah itu Trisno membangun fondasi toko berukuran 8 x 14 meter.

    Pada 2000 Trisno pulang dan bertekad mengakhiri pekerjaannya sebagai TKI. Bermodal uang sisa tabungan sekitar Rp50 juta, Trisno mendirikan sebuah toko swalayan. Toko pertamanya diresmikan pada Juni 2000.

    Awal-awal membuka toko swalayan, Trisno dan Eva bekerja bahu-membahu. Trisno menugasi istrinya menjadi semacam ’’agen intelijen’’. Tugasnya menggali informasi tentang harga-harga barang kebutuhan pokok serta barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, sikat gigi, dan sampo di beberapa pasar tradisional. Data yang dikumpulkan Eva dijadikan acuan bagi Trisno untuk menentukan harga jual barang di tokonya.

    Tugas lain yang diemban Eva adalah mencari dan merangkul sales atau pemasok barang kebutuhan sehari-hari. Trisno mengatakan, pada awal membuka toko swalayan tanpa menggandeng jaringan waralaba dirinya cukup sulit mendapatkan kepercayaan dari pemasok. Namun, berbekal keuletan dan trik meyakinkan orang, beberapa pemasok bersedia menaruh barangnya di swalayan Sari-Sari milik Trisno.

    Pada hari perdana, Trisno mengatakan omzet tokonya mencapai Rp 2 juta. Apakah itu sudah cukup besar? ’’Saya saat itu menargetkan omzet Rp1 juta pada hari pertama,’’ jawabnya agak diplomatis.

    Tantangan berikutnya, muncul persaingan dengan merek waralaba minimarket atau toko swalayan lain. Namun, menurut Trisno, yang terjadi saat itu bukan persaingan. Sebaliknya, berkembangnya minimarket waralaba malah membuat omzet penjualan Trisno terkatrol naik.

    Setelah satu unit toko swalayannya bisa berdiri kuat, Trisno mulai berekspansi dengan membuka toko swalayan baru. Unit swalayan kedua itu diresmikan sekitar satu setengah sampai dua tahun setelah peresmian toko swalayan pertama. Begitu seterusnya hingga kini dia memiliki tujuh toko swalayan. ’’Toko swalayan ketujuh saya resmikan Juli 2010 lalu,’’ jelasnya.

    Dengan semakin berkembangnya usaha toko swalayan tersebut, Trisno sudah tidak lagi merengek-rengek kepada pemasok untuk bersedia menitipkan barangnya. Sebaliknya, sekarang sejumlah pemasok malah merengek-rengek ke Trisno supaya mau menerima barang mereka.

    ’’Saya sekarang benar-benar menyeleksi pemasok yang menawarkan barang,’’ ucap Trisno. Dia mengatakan, seleksi ketat itu untuk menjaga kualitas barang yang akan dijual. Dia juga menyimpan rahasia lain yang tidak boleh dikorankan, sehingga tetap hidup di tengah gempuran minimarket lain.

    Selain itu, dengan tujuh unit swalayan, Trisno saat ini mempekerjakan 50 orang. Trisno cukup sportif dengan memberikan gaji kepada karyawan sesuai UMR (upah minimum regional) di setiap daerah. Beberapa orang yang sudah lama bekerja dan menjadi pegawai kepercayaan digaji Rp2 juta sampai Rp5 juta per bulan.

    Dengan capaian tersebut, Trisno sangat senang jika akhirnya bisa menulari kawan-kawan yang kini masih menjadi TKI atau sudah berstatus purna TKI. Dia berpesan, alangkah bijaksana jika uang hasil bekerja sebagai TKI dijadikan modal usaha sehingga bisa mandiri. Selama ini dia masih sering mendengar gaji para TKI habis untuk membayar utang.