Saturday, July 27, 2013

Jelang Idul Fitri BNI Kebanjiran Pengiriman Uang TKI


BNP2TKI, Jakarta (26/7): Pengiriman uang dari luar negeri atau remitansi melalui PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen . Remitansi terbesar datang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di tiga negara, yakni Malaysia, Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).
"Kalau lebaran, jumlah transaksi remitansi meningkat cukup signifikan sekitar 20 persen dari realisasi semester I 2013. Biasanya pengiriman remitansi mulai ramai sejak awal puasa," kata Direktur BNI, Adi Setianto di kantornya, Jakarta, Kamis (25/7/2013).
Transaksi remitansi, lanjut dia, sebagian besar dikontribusi oleh TKI yang bekerja di luar negeri. Berdasarkan catatan BNI, ada sekitar 9 juta orang TKI dengan jumlah tenaga kerja yang aktif mengirimkan uang sekitar 6,8 juta orang.
"Mereka biasanya mengirimkan sejumlah uang kepada sanak saudara di Indonesia, lalu diputar kembali uang tersebut dalam bentuk tabungan. Fee based income dari remitansi yang masuk melalui bank internasional bisa tumbuh 15 persen -20 persen ," ungkapnya.
Adi mengungkapkan transfer remitansi yang masuk ke bank BNI sepanjang enam bulan pertama 2013 tercatat sebesar US$ 24 miliar. Transaksi remitansi terbesar datang dari tiga negara.
Data BNI menunjukan tiga negara asal remitansi tersebut adalah Arab Saudi sebanyak 317.308 slip dengan total transaksi Rp 2,1 triliun, Malaysia 289.426 slip remitansi atau senilai Ro 1,1 trilun dan Amerika Serikat menyumbang nilai transaksi Rp 1,14 triliun sebanyak 84.921 slip.


Jumhur Ingatkan TKI Jangan Boros


Safari Ramadhan VI BNP2TKI Hari ke-11
Jumhur Ingatkan TKI Jangan Boros

Magetan, BNP2TKI, Selasa (22/7) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengingatkan para TKI yang sedang bekerja di luar negeri jangan boros dan konsumtif dalam menggunakan uangnya.
Gaji yang tinggi di luar negeri menggoda TKI untuk bergaya hidup konsumtif dan boros sewperti gonta-ganti handphone, beli pulsa, merokok, atau membelanjakan aneka barang yang bukan kebutuhan utamanya.
"Saya minta agar TKI jangan boros, hemat dan sisakanlah dari gaji anda untuk ditabung," ujar Jumhur saat berdialog dengan jajaran pemerintah daerah, keluarga TKI, TKI Purna, dan PPTKIS. di Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jatim, Senin (22/7) malam.
Menurut Jumhur, gaji TKI sektor domestik di Hong Kong saat ini sekitar Rp6 juta, di Taiwan Rp5 juta dan di Korea Rp10 juta. Itu baru gaji pokok belum kalau lembur tentu akan lebih besar lagi. Karena itu, para keluarga TKI diingatkan agar keluarganya yang sedang bekerja di luar negeri harus memiliki tabungan untuk rencana membuka usaha di kampung halamannya kelak.
Jumhur mencontohkan, di Kabupaten Ngawi ada 2 orang TKI yang hidup awalnya sangat miskin yaitu Bambang Supriyadi (34) dan Said Subako (44). "Kemiskinan telah mendorong keduanya untuk bekerja keluar negeri guna mengumpulkan modal," katanya.
Setelah pulang, lanjut Jumhur, Bambang mantan TKI Korea telah sukses menjadi Pengusaha Padi sekaligus Kepala Desa. Sementara Said mantan TKI Taiwan sukses membuka usaha kelontong beromset 200 jutaan dan membangun rumah senilai Rp400 juta.
"Bambang dan Said adalah contoh 2 orang TKI yang hemat, jujur dan memiliki rencana usaha ke depan," gugahnya.
Karena itu, Kepala BNP2TKI mengingatkan agar kepada para TKI di Hongkong jangan suka meminjam uang di bank Hongkong karena adanya bunga yang tinggi.
"Ingat, jika anda konsumtif maka anda akan terbelit hutang dan itu tidak baik buat masa depan anda dan keluarga," katanya.


Saturday, July 20, 2013

Kepala BNP2TKI Letakkan Batu Pertama Pembangunan Bumimart


Wonosobo, BNP2TKI, Jumat (19/7) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat meletakkan batu pertama pembangunan Buruh Migran Mart (Bumimart) di Kampung Buruh Migran di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Jateng, Jumat (19/7).
Dalam rangkaian Safari Ramadhan VI BNP2TKI di Pulau Jawa 13-25 Juli 2013 itu, Jumhur memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Ketua DPC Serikat Buruh Migran (SBMI) Wonosobo Maizidah Salas guna membantu biaya pembangunan Bumimart.
Menurut Jumhur, Wonosobo sesungguhnya bukanlah merupakan kantong TKI. Di bandingkan Kabupaten Indramayu dan Sukabumi angka penempatan TKI asal Wonosobo cukup kecil.
Dia menuturkan, selama 4 tahun data penempatan TKI dari dari tahun 2010-2013 jumlah TKI asal Wonosobo hanya berjumlah 9.124 orang.Perinciannya, tahun 2010 berjumlah. 1.534 orang, tahun 2011 sebanyak 3.367, tahun 2012 sebanyak 3.144 dan hingga akhir Mei 2013 sebanyak 1.079 orang.
Meski bukanlah kantong TKI terbesar, Jumhur memberi appresiasi atas semangat para TKI di desa Tracap yang telah merintis berdirinya Kampung TKI, menggerakkan usaha dibidang penggemukan kambing dan penetusan ayam telur dan membuka toko jual beli kebutuhan sehari-hari.
"Apa yang dilakukan Salas patut dicontoh oleh TKI dari daerah lain," katanya.
Jumhur menjelaskan, di Lampung Timur juga sudah berkembang Pasar Rintisan TKI. "Pemerinntahbaru kemudian ikut membantu," katanya.
Tugas pemerintah, kata Jumhur adalah memberikan bantuan agar usaha-usaha yanh dikembangkan para TKI ini bisa berkembang dengan baik.
"Saya optimis asal dikelola dengan amanah dan profesioanl Bumi Mart akan bisa besar dan berkembang di Indonesia," paparnya.
Jumhur mengatakan bahwa dirinya baik sebagai Kepala BNP2TKI maupun sebagai warga biasa nantinya jika sudah tidak menjabat akan tetap mengabdian kepada masyarakat.
"Program pemberdayaan (empowerment) antara unsur pemerintah dan masyarakat harus terus diperkuat," pintanya.
Kepala BNP2TKI berada di Wonosobo didampingi oleh Deputi Penempatan dan Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Rohyati Sarosa, Direktur Kerjasama dan Verifikasi Bambang Supadiono, Kepala Puslitfo Benyamin Suprayogo, dan Kepala BP3TKI Semarang AB Rachman, Camat Edi Haryanto dan Kepala Desa Bejo.


Lowongan Kerja Ke Kanada


Client kami sebuah perusahaan man power supply terdaftar resmi di Canada

mencari tenaga kerja sbb:

We are currently recruiting workers for the post of Fish Packing job
Requirement in Canada. Please let us know if you have un-skilled workers
for the following position
Job description:
Type of Job - Fish Packer,
Responsibilities: Fish packing, fish cleaning, fish packing for delivery to
customers and export.

TERMS AND CONDITIONS:
1. Accommodation - Provided.
2. Ticket - Provided (Employer pays 50%).
3. Medical - Provided.
4. Transportation - Provided.
5. Working hours - 8a.m-4p.m [Mon-Sat]
6. Vacation - 28.5 days every year
7. Salary - Ca$ 17.5 per hour
8. Contract - 2 years.
9. Extra time - Ca$ 20 per hour
10. Insurance & Pension - According to Quebec Labor laws.
11. Other Benefits - Family status, group benefit and
other fringe benefits.

Other terms according to Quebec labor laws.

Yang berminat atau perusahaan penyalur tenaga kerja yang berminat
kerjasama, silahkan menghubungi kami,