Friday, August 2, 2013

Manfaatkan Modal Tabungan untuk Membuka Usaha



Tangerang, BNP2TKI, Rabu (31/7/)Menjadi TKI merupakan kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengumpulkan modal.
Dibandingkan bekerja di dalam negeri pada jabatan yang sama gaji yang diperoleh dengan bekerja di luar negeri tentu akan lebih banyak didapat.
"Jangan sia-siakan modal yang didapat. Hindari pengeluaran konsumtif dan harus punya mimpi sebagai calon pengusaha," ujar Deputi Perlindungan Lisna Y Poeloengan ketika memberi sambutan pada kegiatan "Buka Puasa Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat bersama Ratusan TKI yang baru tiba di gedung Balai Pelayanan Kepulangan TKI (BPKTKI) Selapajang, Tangerang, Rabu (31/7).
Menurut Lisna, pengetahuan, kemampuan bahasa asing yang telah didapat dan modal yang terkumpul harus digunakan sebaik-baiknya untuk berusaha. Diingatkannya, jejaring berupa teman-teman , keluarga besar majikan yang ada di luar negeri merupakan modal yang amat berharga untuk meluaskan pemasaran produk ke luar negeri.
Dia mencontohkan Listi, mantan TKI di Singapura yang telah mengembangkan usaha jilbab dan asesoris muslimah ke negeri Singapura dan Malaysia. Sebelumnya Listi adalah mantan pekerja di Singapura.
Hampir rata-rata TKI yang baru pulang asal negara-negara dari Timur Tengah ini memiliki kemampuan dalam membuat masakan Nasi Briyani.
Kepada ratusan TKI, Lisna menggugah agar mereka bisa mengembangkan masakan Nasi Briyani ini di daerah masing-masing. "Guanakan nama rumah makan anda Nasi Briyani Cianjur, Garut dan lainnya untuk menarik pengunjung," katanya.
Lisna juga meminta agar para TKI jangan pernah patah semangat. Teruslah berusaha dan selalu berdoa kepada Allah Swt.
Pada kesempatan itu, Lisna menanyakan 2 orang TKI yaitu Tara yang sudah habis kontrak kerjasanya dan Yana yang pulang untuk alasan cuti berlebaran bersama keluarganya di Sukabumi.
Kepada Tara, Lisna meminta agar bisa menggunakan uangnya untuk modal usaha di kampung halamannya.
"Ingat anda harus mempunyai mimpi menjadi pengusaha dan niatlah untuk tidak kembali lagi ke luar negeri," katanya.
Buka Puasa Bersama TKI juga dihadiri Deputi Penempatan Agusdin Subiantoro, Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Herry Hidayat, Direktur Pemberdayaan Arini Rahyuwati, Kepala Biro Perencanaan dan Adm Kerjasama Yunafri, Kepala Biro Keuangan dan Umum Rizal Bastari, dan Kepala BPKTKI Selapajang Kombes (Pol)Rolly Laheba.



Saturday, July 27, 2013

Jelang Idul Fitri BNI Kebanjiran Pengiriman Uang TKI


BNP2TKI, Jakarta (26/7): Pengiriman uang dari luar negeri atau remitansi melalui PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen . Remitansi terbesar datang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di tiga negara, yakni Malaysia, Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).
"Kalau lebaran, jumlah transaksi remitansi meningkat cukup signifikan sekitar 20 persen dari realisasi semester I 2013. Biasanya pengiriman remitansi mulai ramai sejak awal puasa," kata Direktur BNI, Adi Setianto di kantornya, Jakarta, Kamis (25/7/2013).
Transaksi remitansi, lanjut dia, sebagian besar dikontribusi oleh TKI yang bekerja di luar negeri. Berdasarkan catatan BNI, ada sekitar 9 juta orang TKI dengan jumlah tenaga kerja yang aktif mengirimkan uang sekitar 6,8 juta orang.
"Mereka biasanya mengirimkan sejumlah uang kepada sanak saudara di Indonesia, lalu diputar kembali uang tersebut dalam bentuk tabungan. Fee based income dari remitansi yang masuk melalui bank internasional bisa tumbuh 15 persen -20 persen ," ungkapnya.
Adi mengungkapkan transfer remitansi yang masuk ke bank BNI sepanjang enam bulan pertama 2013 tercatat sebesar US$ 24 miliar. Transaksi remitansi terbesar datang dari tiga negara.
Data BNI menunjukan tiga negara asal remitansi tersebut adalah Arab Saudi sebanyak 317.308 slip dengan total transaksi Rp 2,1 triliun, Malaysia 289.426 slip remitansi atau senilai Ro 1,1 trilun dan Amerika Serikat menyumbang nilai transaksi Rp 1,14 triliun sebanyak 84.921 slip.


Jumhur Ingatkan TKI Jangan Boros


Safari Ramadhan VI BNP2TKI Hari ke-11
Jumhur Ingatkan TKI Jangan Boros

Magetan, BNP2TKI, Selasa (22/7) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengingatkan para TKI yang sedang bekerja di luar negeri jangan boros dan konsumtif dalam menggunakan uangnya.
Gaji yang tinggi di luar negeri menggoda TKI untuk bergaya hidup konsumtif dan boros sewperti gonta-ganti handphone, beli pulsa, merokok, atau membelanjakan aneka barang yang bukan kebutuhan utamanya.
"Saya minta agar TKI jangan boros, hemat dan sisakanlah dari gaji anda untuk ditabung," ujar Jumhur saat berdialog dengan jajaran pemerintah daerah, keluarga TKI, TKI Purna, dan PPTKIS. di Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jatim, Senin (22/7) malam.
Menurut Jumhur, gaji TKI sektor domestik di Hong Kong saat ini sekitar Rp6 juta, di Taiwan Rp5 juta dan di Korea Rp10 juta. Itu baru gaji pokok belum kalau lembur tentu akan lebih besar lagi. Karena itu, para keluarga TKI diingatkan agar keluarganya yang sedang bekerja di luar negeri harus memiliki tabungan untuk rencana membuka usaha di kampung halamannya kelak.
Jumhur mencontohkan, di Kabupaten Ngawi ada 2 orang TKI yang hidup awalnya sangat miskin yaitu Bambang Supriyadi (34) dan Said Subako (44). "Kemiskinan telah mendorong keduanya untuk bekerja keluar negeri guna mengumpulkan modal," katanya.
Setelah pulang, lanjut Jumhur, Bambang mantan TKI Korea telah sukses menjadi Pengusaha Padi sekaligus Kepala Desa. Sementara Said mantan TKI Taiwan sukses membuka usaha kelontong beromset 200 jutaan dan membangun rumah senilai Rp400 juta.
"Bambang dan Said adalah contoh 2 orang TKI yang hemat, jujur dan memiliki rencana usaha ke depan," gugahnya.
Karena itu, Kepala BNP2TKI mengingatkan agar kepada para TKI di Hongkong jangan suka meminjam uang di bank Hongkong karena adanya bunga yang tinggi.
"Ingat, jika anda konsumtif maka anda akan terbelit hutang dan itu tidak baik buat masa depan anda dan keluarga," katanya.


Saturday, July 20, 2013

Kepala BNP2TKI Letakkan Batu Pertama Pembangunan Bumimart


Wonosobo, BNP2TKI, Jumat (19/7) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat meletakkan batu pertama pembangunan Buruh Migran Mart (Bumimart) di Kampung Buruh Migran di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Jateng, Jumat (19/7).
Dalam rangkaian Safari Ramadhan VI BNP2TKI di Pulau Jawa 13-25 Juli 2013 itu, Jumhur memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Ketua DPC Serikat Buruh Migran (SBMI) Wonosobo Maizidah Salas guna membantu biaya pembangunan Bumimart.
Menurut Jumhur, Wonosobo sesungguhnya bukanlah merupakan kantong TKI. Di bandingkan Kabupaten Indramayu dan Sukabumi angka penempatan TKI asal Wonosobo cukup kecil.
Dia menuturkan, selama 4 tahun data penempatan TKI dari dari tahun 2010-2013 jumlah TKI asal Wonosobo hanya berjumlah 9.124 orang.Perinciannya, tahun 2010 berjumlah. 1.534 orang, tahun 2011 sebanyak 3.367, tahun 2012 sebanyak 3.144 dan hingga akhir Mei 2013 sebanyak 1.079 orang.
Meski bukanlah kantong TKI terbesar, Jumhur memberi appresiasi atas semangat para TKI di desa Tracap yang telah merintis berdirinya Kampung TKI, menggerakkan usaha dibidang penggemukan kambing dan penetusan ayam telur dan membuka toko jual beli kebutuhan sehari-hari.
"Apa yang dilakukan Salas patut dicontoh oleh TKI dari daerah lain," katanya.
Jumhur menjelaskan, di Lampung Timur juga sudah berkembang Pasar Rintisan TKI. "Pemerinntahbaru kemudian ikut membantu," katanya.
Tugas pemerintah, kata Jumhur adalah memberikan bantuan agar usaha-usaha yanh dikembangkan para TKI ini bisa berkembang dengan baik.
"Saya optimis asal dikelola dengan amanah dan profesioanl Bumi Mart akan bisa besar dan berkembang di Indonesia," paparnya.
Jumhur mengatakan bahwa dirinya baik sebagai Kepala BNP2TKI maupun sebagai warga biasa nantinya jika sudah tidak menjabat akan tetap mengabdian kepada masyarakat.
"Program pemberdayaan (empowerment) antara unsur pemerintah dan masyarakat harus terus diperkuat," pintanya.
Kepala BNP2TKI berada di Wonosobo didampingi oleh Deputi Penempatan dan Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Rohyati Sarosa, Direktur Kerjasama dan Verifikasi Bambang Supadiono, Kepala Puslitfo Benyamin Suprayogo, dan Kepala BP3TKI Semarang AB Rachman, Camat Edi Haryanto dan Kepala Desa Bejo.


Lowongan Kerja Ke Kanada


Client kami sebuah perusahaan man power supply terdaftar resmi di Canada

mencari tenaga kerja sbb:

We are currently recruiting workers for the post of Fish Packing job
Requirement in Canada. Please let us know if you have un-skilled workers
for the following position
Job description:
Type of Job - Fish Packer,
Responsibilities: Fish packing, fish cleaning, fish packing for delivery to
customers and export.

TERMS AND CONDITIONS:
1. Accommodation - Provided.
2. Ticket - Provided (Employer pays 50%).
3. Medical - Provided.
4. Transportation - Provided.
5. Working hours - 8a.m-4p.m [Mon-Sat]
6. Vacation - 28.5 days every year
7. Salary - Ca$ 17.5 per hour
8. Contract - 2 years.
9. Extra time - Ca$ 20 per hour
10. Insurance & Pension - According to Quebec Labor laws.
11. Other Benefits - Family status, group benefit and
other fringe benefits.

Other terms according to Quebec labor laws.

Yang berminat atau perusahaan penyalur tenaga kerja yang berminat
kerjasama, silahkan menghubungi kami,

Monday, June 17, 2013

Kisah TKI Indonesia yang mejadi Milyarder di Arab Saudi


TKI 45 - Kisah TKI Mendadak jadi Miliarder di Arab Saudi. Belakang ini, banyak media massa yang memberitakan tentang pembantu asal indonesia yang mendadak jadi miliarder di arab saudi, lantaran ia memperoleh warisan dari sang majikan sebesar kurang lebih 50 miliar.

Tentu hal tersebut membuat gempar dunia dan menjadi topik utama dalam pemberitaan di berbagai media. Sebenarnya, apa alasan majikannya memberikan warisan sebesar itu? Mari kita simak saja Kisah TKI Mendadak Jadi Miliarder di Arab Saudi berikut ini.

Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia mendadak jadi kaya raya karena memperoleh warisan senilai lebih 20 juta riyal Saudi atau sekitar Rp50 miliar dari majikannya.
Pesan Sponsor

Seperti diberitakan harian lokal Okaz pada 9 Juli, TKW Indonesia yang dirahasiakan namanya ini datang ke Arab Saudi berbekal visa kerja. Ia bekerja pada seorang majikan yang berprofesi sebagai pengusaha kaya yang memiliki beragam properti di Kota Thaif.

Setelah sekian lama, majikan memutuskan untuk menikahinya. Namun, usia pernikahannya tidak berlangsung lama karena majikan yang juga suaminya keburu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Menurut Abdullah Umar, seorang pemerhati sosial di Arab Saudi, majikan itu meninggalkan harta benda berupa tanah dan bangunan yang terdapat di beberapa sudut kota dan di pinggiran jalan raya Kota Thaif. TKW itu memutuskan menetap di Arab Saudi sampai memperoleh bagian dari peninggalan suaminya.

Setelah lebih dari delapan tahun proses perundingan dengan semua ahli waris, hakim pengadilan Syeikh Abdurrahman Al-Dakhil pekan silam memutuskan bahwa TKW itu berhak mendapatkan bagian dari harta peninggalan suaminya.

TKW mujur ini memperoleh bagian senilai lebih dari 20 juta riyal dari sejumlah tanah dan gedung apartemen peninggalan mendiang suaminya yang ditaksir bernilai 300 juta riyal Saudi setelah dijual melalui proses lelang terbuka.


Saturday, June 15, 2013

Kisah sukses Nasiroh TKI Taiwan

Info TKI 45 - Kisah ini terjadi di Taiwan dan baru akan dipublis oleh majalah setempat pada bulan Desember nanti. Saya dapat kesempatan menayangkan lebih dahulu atas kebaikan reporternya yang tak lain adalah teman saya yang kini menjadi wartawan dan menetap disana.
Foto dan naskah dalam postingan ini dikirim langsung dari Taiwan.
Tersebutlah Nasiroh, ibu dari seorang anak dan merupakan salah satu TKI di Taiwan. Kisahnya lagi jadi buah bibir sesama pekerja rantau disana. Bukan karena penyiksaan atau pemerkosaan, tapi justru karena perlakuan istimewa dari sang majikan.

Ia mengurus seluruh keperluan majikan. Ngantar anak pergi sekolah, belanja, masak dan pekerjaan rumah tangga lain. Tahun 2005 si majikan memintanya untuk pakai mobil. Tapi mana bisa, wong di kampungnya kemana2 cuma naik sepeda onthel. Kemudian ia diikutkan kursus stir sampai dapat SIM Taiwan. Itulah awal mula dia mampu mengendarai roda empat. ”
Saat ini kontraknya memasuki tahun ketiga. Setahun belakangan ia diserahi satu unit mobil Mazda6 atas namanya sendiri. Sedan matic warna putih itu menjadi kebanggaan wanita asal Lumajang Jatim itu. Sang majikan sengaja tak memasang GPS dimobil Nasiroh dengan alasan agar Nasiroh benar2 paham jalan dan kalau nyasar bisa bertanya.

Awalnya malah mau dibelikan BMW 320 paling baru. Tapi karena interiornya terlalu ribet dan komputer semua, akhirnya dipilihkan Mazda6 matic yang mudah pengoperasiannya. Tinggal injak gas dan tekan rem saja”. Rencananya, mobil itu bakal dijual sesudah Nasiroh rampung kontrak. Kegagalan sewaktu bekerja di Singapura terbayar lunas di Pingtung.

Nasiroh juga berencana mendirikan rumah kost dan warung makan di daerah Sidoarjo. Awalnya ia bergurau ke majikannya karena ia tau harga tanah sangat mahal dan ia tak mungkin dapat uang dalam waktu sekejap. Sang majikan tanggap. Ia meminjamkan uang dan minta pada Nasiroh agar segera mengirim uang itu ke Indonesia untuk bayar tanah. Jumlahnya 120 juta rupiah.

Nasiroh benapas lega, setidaknya beban tanggungan di hari tua sudah ada jaminan. Cita-citanya menyekolahkan Zaenal Ma’ruf putra semata wayangnya pun terlaksana. Anaknya bakal menempuh sekolah angkatan udara di Solo Jawa Tengah.