Saturday, June 15, 2013

Kisah sukses Nasiroh TKI Taiwan

Info TKI 45 - Kisah ini terjadi di Taiwan dan baru akan dipublis oleh majalah setempat pada bulan Desember nanti. Saya dapat kesempatan menayangkan lebih dahulu atas kebaikan reporternya yang tak lain adalah teman saya yang kini menjadi wartawan dan menetap disana.
Foto dan naskah dalam postingan ini dikirim langsung dari Taiwan.
Tersebutlah Nasiroh, ibu dari seorang anak dan merupakan salah satu TKI di Taiwan. Kisahnya lagi jadi buah bibir sesama pekerja rantau disana. Bukan karena penyiksaan atau pemerkosaan, tapi justru karena perlakuan istimewa dari sang majikan.

Ia mengurus seluruh keperluan majikan. Ngantar anak pergi sekolah, belanja, masak dan pekerjaan rumah tangga lain. Tahun 2005 si majikan memintanya untuk pakai mobil. Tapi mana bisa, wong di kampungnya kemana2 cuma naik sepeda onthel. Kemudian ia diikutkan kursus stir sampai dapat SIM Taiwan. Itulah awal mula dia mampu mengendarai roda empat. ”
Saat ini kontraknya memasuki tahun ketiga. Setahun belakangan ia diserahi satu unit mobil Mazda6 atas namanya sendiri. Sedan matic warna putih itu menjadi kebanggaan wanita asal Lumajang Jatim itu. Sang majikan sengaja tak memasang GPS dimobil Nasiroh dengan alasan agar Nasiroh benar2 paham jalan dan kalau nyasar bisa bertanya.

Awalnya malah mau dibelikan BMW 320 paling baru. Tapi karena interiornya terlalu ribet dan komputer semua, akhirnya dipilihkan Mazda6 matic yang mudah pengoperasiannya. Tinggal injak gas dan tekan rem saja”. Rencananya, mobil itu bakal dijual sesudah Nasiroh rampung kontrak. Kegagalan sewaktu bekerja di Singapura terbayar lunas di Pingtung.

Nasiroh juga berencana mendirikan rumah kost dan warung makan di daerah Sidoarjo. Awalnya ia bergurau ke majikannya karena ia tau harga tanah sangat mahal dan ia tak mungkin dapat uang dalam waktu sekejap. Sang majikan tanggap. Ia meminjamkan uang dan minta pada Nasiroh agar segera mengirim uang itu ke Indonesia untuk bayar tanah. Jumlahnya 120 juta rupiah.

Nasiroh benapas lega, setidaknya beban tanggungan di hari tua sudah ada jaminan. Cita-citanya menyekolahkan Zaenal Ma’ruf putra semata wayangnya pun terlaksana. Anaknya bakal menempuh sekolah angkatan udara di Solo Jawa Tengah.

No comments:

Post a Comment