Jakarta, BNP2TKI (1/6) - Mantan TKI Korea ini memang luar biasa. Sri Rahayu mempunyai naluri bisnis lain dari yang lain. Sepulang dari Korea pada 2004, ia terus mengembangkan bisnisnya. Hingga kini Sri sudah memiliki 5 usah dengan omset perbulan mencapai Rp 20 juta.
Sri Rahayu pergi bekerja ke Korea pada 2002-2004, ia bekerja di pabrik Hand Phone (HP) Samsung dan Nokia sebagai operator produksi. Sri panggilan akrabnya tidak bekerja sendirian, ia ditemani suaminya tercinta Sunarjo saat bekerja di Korea.
“Suami saya bekerja di pabrik mobil, saya berdua bekerja sebagai TKI formal di dua perusahaan berbeda,†ujar Sri sambil mengenang masa lalunya itu.
Ketika bekerja di Korea, Sri mengaku tidak menyelesaikan kontraknya hingga selesai. Sebab ia hamil dan mengandung anak pertamanya. “Saya hamil dan harus berhenti bekerja. Setelah kontrak kerja suami selesai barulah kami berdua pulang bersama-sama ke kampung halaman,†jelas Sri sambil tersenyum kecil.
Sepulang dari Korea, Sri bersama suaminya kemudian memulai kehidupan barunya. Mereka berdua bersama-sama merintis sebuah usaha yaitu pengiisian ulang air minum. Usaha tersebut merupakan usaha pertama yang mereka dirikan sepulang bekerja dari Korea. Sri mengaku usaha tersebut dibangun dengan modal hasil bekerja di Korea sebagai TKI.
“Sebelumnya kami melihat dulu peluang usaha yang bagus dan belum ada. Setelah itu kemudian bersama suami saya mendirikian usaha tersebut. Setelah berjalan, nampaknya usaha tersebut lumayan bagus hingga akhirnya saya pun membuat cabang lain dari usaha isi ulang air minum,†papar ibu tiga anak ini.
Hingga saat ini Sri sudah memiliki dua usaha pengisian ulang air minum. Tidak berhenti disitu, Perempuan yang lahir di Majalengka 16 Oktober 1976 ini, kemudian mendirikan usaha lainnya. Berbekal keuntungan dari usaha pertama, Sri kemudian mendirikan usaha warung internet (Warnet) dengan nama Rifa Net. Saat ini warnetnnya memiliki 10 unit komputer.
“Usaha warnet ini saya dirikian bekerjasama dengan suami. Modal mendirikan usaha ini didapat dari ke untungan usaha pertama,†papar Sri yang juga memiliki usaha Counter HP ini.
Sri memang memiliki naluri bisnis luar biasa, meski sudah memiliki dua usaha ia terus berinovasi mendirikan usaha lainnya. Sebelum bekerja ke Korea, Sri pernah berjualan keliling baju. Dan sepulang dari Korea Sri kembali menekuni usaha lamanya itu.
“Sekarang berjualan baju, toko butik nya ada didepan rumah bersebelahan dengan warnet dan air isi ulang,†terangnya
Selain usaha tersebut, Sri ternyata masih mempunyai usaha lainnya yaitu penyewaan studio musik bernama Rifa Studio. Sama seperti usaha-usaha lainnya, studio musik ini ia dirikan berkat keuntungan usaha-usaha sebelumnya.
“Saya dibantu suami dan tiga orang karyawan mengelola dan mengurus usaha-usaha tersebut. Semua kami lakukan dengan bersama-sama,†ujarnya.
Dari semua usaha yang dijalankannya, dalam sebulan Sri mengaku berhasil dapat meraih omset dari 15-20 juta rupiah. Semua usaha yang dirintis Sri berlokasi di Desa Kertajaya, Kecamatan Kertajaya, Kabupaten Majalengka.

No comments:
Post a Comment