Jakarta, BNP2TKI, Selasa (31/5) -- Pengalaman bekerja di luar negeri ternyata bisa menjadi inspirasi untuk membuka Perusahaan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). Meski hanya bekerja untuk 1 kali kontrak selama 2 tahun di restoran Pizza Land di Damam, Arab Saudi (1990-2001), Ahmad Faisol (34) sepulangnya dari Arab Saudi justru aktif bekerja di PPTKIS.
Ditemui di Bursa Kerja Luar Negeri di Pasar Festival, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu, (29/5) lalu, Faisol mengatakan bahwa menjadi TKI itu merupakan pekerjaan mulia dan bukanlah aib. Diakuinya masyarakat memang sudah terstigma dengan istilah menyamakan menjadi TKI identik dengan bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) yang sarat dengan permasalahan kekerasan, pelecehan seksual dan sebagainya. Padahal , profesi PLRT hanya 1 dari ratusan profesi yang ada di luar negeri.
"Bekerja di luar negeri merupakan solusi tercepat untuk mengumpulkan uang," ujarnya.
Faisol kini menjabat sebagai Direktur Utama di PT Timur Raya Jaya Lestari yang berlokasi di Kembali dari Arab Saudi tahun 2001. Dia diterima bekerja sebagai tenaga operasional dan merangkap pengajar bahasa Arab di PT Mekar Jaya Wanayasa Putra, Jakarta. Di perusahaan penempatan TKI ke Timur Tengah lulusan Pondok Pesantren Matlabul Ulum, Madura tahun 1999 ini digaji sebesar Rp750.000. Dia cukup lama bekerja yaitu 5 tahun (2001-2005).
Merasa pengalaman bekerjanya sudah cukup bagus, Faisol kemudian mencoba melamar bekerja di PT Timur Raya. Di sini karirnya naik menjadi manager operasional dengan gaji Rp15 juta per bulannya. Di Timur Raya Jaya Lestari ia bekerja selama 2 tahun (2007-2009).
"Saya ditempatkan untuk divisi Kuwait dan per tahunnya menempatkan 24.000 orang sebelum moratorium penempatan TKI sektor rumah tangga dilakukan pemerintah," katanya.
Setelah 2 tahun mengabdi di PT Timur Raya Jaya Lestari, Faisol kemudian pindah ke PT Almina Indah pada jabatan yang sama yaitu sebagai manager operasional. Pekerjaan ini ia tekuni hanya selama 1 tahun.
Menurut Faisol, bisnis penempatan tenaga kerja ke mancanegara merupakan bisnis yang paling cepat untuk merubah nasib seseorang dari miskin menjadi sejahtera. "Tak ada pekerjaan yang cepat menghasilkan uang selain bekerja ke luar negeri," ujarnya.
Tak heran, tahun 2010 ia menguatkan tekadnya untuk memulai berbisnis di bidang penempatan TKI. Pilihannya pun jatuh untuk membeli saham PT Timur Raya Jaya Lestari. "Saya membeli sepertiga saham PT Timur Raya Jaya Lestari," paparnya.
Faisol menjelaskan, meski ketika ia mengambilalih PT Timur saat itu bisnis pengiriman TKI belum masuk pada era penghentian penempatan TKI ke Arab Saudi, Kuwait, Yordania dan Suriah. Meski begitu, ia melihat ada kelesuan dalam bisnis penempatan. Tak ayal, sejumlah pembenahan pun ia lakukan.
"Saya rombak manajemen dan restrukturisasi. Jumlah staf yang ada pun ditambah guna meningkatkan kinerja," katanya.
Hasilnya, kata Faisol, di bulan ketiga ada peningkatan dalam angka penempatan yaitu 250 orang tiap bulannya berhasil ia berangkatkan ke sejumlah negera di Timur Tengah.
Tahun 2010 pemerintah melakukan moratorium penempatan TKI ke Kuwait. Penghentian itu dilakukan karena lemahnya jaminan perlindungan bagi TKI PLRT.
Faisol mengakui, memang ada penurunan hampir 50 persen penempatan TKI PLRT namun di sisi lain penempatan TKI semi skill dan skill atau formal justru mengalami peningkatan.
Peningkatan permintaan TKI formal itu diantaranya ia dapatkan dari forum Employment Business Meeting (EMB) BNP2TKI di Dubai yang pernah ia ikuti tahun 2012 lalu. Diakuinya dari forum itu ia dapat beberapa rekanan baru. Terlanjung sudah di Dubai, ia pun segera melakukan penjajakan job order yang ada di Dubai, Oman, Bahrain, dan Abu Dhabi. Masa penjajakan itu ia alami dengan menetap di Uni Emirat Arab (UEA) selama 20 hari.
"Alhamdulillah, saya dapat 10 job order baru untuk TKI formal dengan permintaan per job ordernya 10-100 orang," paparnya seraya menambahkan permintaan itu untuk bidang hospitality, teknik sipil, dan waiter.
Faiso bersyukur BNP2TKI giat melakukan promosi tenaga kerja melalui event EMB. Ke depan, ia berharap event it terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. PT Timur Raya selain menempatkan TKI ke Timur Tengah juga melakukan penempatan ke Malaysia. "Saya sudah membantu pemerintah mengurangi pengangguran di dalam negeri," ujar Faisol.

No comments:
Post a Comment